Pernah ngerasa penat? merasa over capacity. sampai ke titik nadir ketidak mampuan kita sebagai manusia. ya setiap manusia memiliki kapasitas masing-masing. kemampuan setiap insan pasti berbeda, adakalanya dia yang kecil memiliki kemampuan yang besar, dan ada pula dia yang terlihat tangguh tapi rapuh di dalam.
Disaat seperti ini banyak yang memilih untuk menyerah, ya menyerah untuk terus melawan, melawan ketidak mampuan kita akan sesuatu. tapi bukankah menyerah itu tidak baik? belum tentu juga hal yang menyerah itu tidak baik, karna menyerah itu termasuk dalam pilihan kita. menyerah adalah jawaban yang tepat ketika kita sudah sampai ke garis ketidak mampuan kita. diam dan tak melakukan apapun. menerima kedaan yang "mungkin" tidak kita inginkan. menyerah berbeda dengan pasrah, kita akan benar memilih menyerah ketika kita sudah berusaha. berusaha untuk melawan, berusaha sekuat tenaga untuk menghindari hal yang tak di inginkan.
Dan sayangnya menyerah diambil ketika seseorang tidak ingin bertempur dengan dirinya. tidak mampu melawan rasa frustasi. tidak mampu mengatasi ketakutan. ketakutan akan kenyataan. kenyataan yang tidak di inginkan, dia pasrah...dia menyerah di saat yang salah.
Menyerahlah kalian bila itu sudah sampai batas ketidak mampuan kalian, batas yang hanya di ketahui oleh diri kita sendiri. stress, frustasi, menangis, itu bukan titik nadir ketidak mampuan kalian. itu hanya sebagian kecil dari kemampuan kalian, ketika kita tersenyum bahagia, iklas menerima kekalahan, menerima keadaan, menikmati sesuatu yang tidak nyaman, itulah titik nadir kalian untuk menyerah. kalian akan berbahagia melihat sesuatu yang tidak kalian ingini itulah saat kalian untuk menyerah.....

0 komentar:
Posting Komentar