Secangkir teh hangat menemani ku pagi ini. Udara dingin yang menusuk kulit . Aku lebih memilih untuk menikmati sejuknya udara ini, polusi udara yang belum banyak, suara gemericik hujan diatas langit rumah mengalahkan rasa malas untuk tetep bersembunyi dibalik hangatnya selimutku.
Aku pun sebenarnya ingin untuk bersembunyi dibalik kehangat kain tebal, diatas singgasana nan empuk, kembali ke dunia mimpiku, menikmati sisa waktu liburku. Tapi hujan menggilku untuk menikmatinya, hujan memberikan janji pelangi indah terhadapku. Sesekali kuda besi terlintas di teras rumahku. menjalani kehidupan dan rutinitas.
Hasrat ingin mnyentuhkan kulit dengan air hujan, menikmati sentuhan hujan ke tubuhku, merasakan belaian air hujan nan lembut. debu di dedaunan pun perlahan hilang, hijaunya daun kembali bercahaya. walau beberapa saat kemudian, kembali debu-debu singgah ke dirinya. kicauan burung sesekali terdengar. kepakan sayap yang basah diantara bulu bulunya.
Burung itu hinggap di sebuha pohon yang rindang. berteduh dari derasnya hujan, matanya terpejam, mungkin ia tertidur, atau mungkin ia beristirahat untuk memulihkan tenaganya. tidak selamanya ia berdian diri diatas dahan itu, ia harus tetap berkicau dan terus mengepakkan sayapnya di udara. melanjutkan takdirnya, mencari kehidupannya, hingga waktu yang mentukan kapan ia harus berhenti berkicau dan berhenti untuk terbang bebas di langit.
Aku pun sebenarnya ingin untuk bersembunyi dibalik kehangat kain tebal, diatas singgasana nan empuk, kembali ke dunia mimpiku, menikmati sisa waktu liburku. Tapi hujan menggilku untuk menikmatinya, hujan memberikan janji pelangi indah terhadapku. Sesekali kuda besi terlintas di teras rumahku. menjalani kehidupan dan rutinitas.
Hasrat ingin mnyentuhkan kulit dengan air hujan, menikmati sentuhan hujan ke tubuhku, merasakan belaian air hujan nan lembut. debu di dedaunan pun perlahan hilang, hijaunya daun kembali bercahaya. walau beberapa saat kemudian, kembali debu-debu singgah ke dirinya. kicauan burung sesekali terdengar. kepakan sayap yang basah diantara bulu bulunya.
Burung itu hinggap di sebuha pohon yang rindang. berteduh dari derasnya hujan, matanya terpejam, mungkin ia tertidur, atau mungkin ia beristirahat untuk memulihkan tenaganya. tidak selamanya ia berdian diri diatas dahan itu, ia harus tetap berkicau dan terus mengepakkan sayapnya di udara. melanjutkan takdirnya, mencari kehidupannya, hingga waktu yang mentukan kapan ia harus berhenti berkicau dan berhenti untuk terbang bebas di langit.

0 komentar:
Posting Komentar