Sabtu, 05 Mei 2012

Dia Mati

Dia lahir dengan sempurna, lekuk  tubuhnya yang indah, suaranya yang merdu, tumbuh seiring waktu. Detik demi detik kunikmati bersama. Tumbuh bersama angan, bersama mimpi, menjalin cita bersama. Cerita demi cerita mengukir dalam sejarah, torehan kata manis tetanam dalam hati, tawa riang gembira lepas bersamanya. Dia yang selalu bersama, dia yang selalu menenangkan. Tapi takdir berkata lain, aku yang membuat takdir itu, takdir yang dibuat, takdir yang diciptakan, dan takdir yang tak ingin kugapai sehingga dia mati.

0 komentar:

Posting Komentar