When there is a will, there is a away Sebuah status bbm dari seorang teman, kalimat itu terkesan klasik namun menohok. Ya memang tak semudah tercupkan untuk dilakukan. Kemudahan jalan itu akan terbentuk dengan seberapa besar keinginan kita untuk melakukan sesuatu. Apa yang kita inginkan belum tentu apa yg kita perlukan.. Dalam sebuah perjalanan mencari jawaban akan suatu pertanyaan hidup. Apa sih yang sebenar-benarnya kamu inginkan dalam hidup? Uang, kekuasaan, jabatan, eksistensi. Aargh too mainstream dude. Itu keinginan standar seorang manusia. Sekali lagi pertanyaan itu gw ulang. APA SIH YG LO CARI DALAM HIDUP? Sampai detik ini gw baru menemukan satu jawaban. Kebahagian. Namun setelah ada jawaban, selalu ada pertanyaan selanjutnya. The next question is? What kind of happiness do you looking for? Yak tingkat kebahagiian seseorang pasti beda beda? Ada org punya kedudukan tp dia gak bahagia, dilain sisi anak seorang kepala keluarga yg berprofesi tukang becak namun dia bahgia. Pulang ke rumah disambut dengan tawa riang anak2nya setelah seharian penuh mengayuh pedal becaknya. Walapun ketika pulang terkadan ia hanya membawa handuk basak kerana keringat, atau bila rejeki berlebih dia membawa sebungkus martabak pinggir jalan untuk anak-anaknya. Lain cerita dengan seorang pejabat daerah yg punya kuasa, punya harta, namun ketika ia kerumah ia hanya betemu dengan housekeeper, istrinya pergi arisan bersama kolega, anaknya pergi bergaul di club malam. Sebuah perbandingan yang kontras dengan cerita sebelumnya. Difinisi bahagia sendiri itu bisa berbeda, lo bisa menemukan di wikipedia taupun kamus besar bahasa indonesia. Namun kebahagiaan menurut gw adalah dmn suatu titik diri lo merasakan sebuah kenyamanan, sebuah kenikmatan. Sebuah hasrat dmn lo bisa merasa tenang, pikiran terasa melayang tanpa beban. Kosong dan hanya penuh dengan senyum..
Jumat, 21 Desember 2012
want you?
Menunggu Waktu
Langit biru itu mulai menghitam. Cahaya bulan yang akan berganti dengan rembulan.
Keriuhan kicauan burung-burung berganti dengan riuh suara kumbang. Di balik semak kumbang memancarkan sinat yang kerlap kerlip.
Udara dingin yang makin menusuk lapisan epidermis dibawah kulit. Binatang nocturnal siap beraktifitas.
Cahaya lampu dipojok2 taman mulai memancar sinar menerangi gelapnya langit malam ini.
Lorong di depan mata terlihat menggoda untuk ditelusuri. Ntah kenapa hanya ada sebuah lampu di mulut lorong itu. Ntah seberapa jauh lorong itu, ntah apa yg akan kau temui ketika menyusri lorong itu. Lorong itu mungkin tak berujung, atau mungkin lorong itu adalah sebuah jalan yang selama ini kau cari.
Namun berani kah kau menyusuri lorong itu. Di dalam gelap, dalam terkaan apa saja yang akan kau temui di sepanjang lorong itu. Apakah hanya rasa penasaran saja yg membuat kau akan menyusuri lorong gelap itu? Kita tak akan pernah tau apa yang ada diujung lorong itu sebelum benar2 melakukan perjalanan itu.
Bintang dilangit mulai bermunculan menghiasi malam ini. Menambah keindahan langit malam untuk dinikmati. Kenikmatan melihat langit membuatku makin ragu untuk menyusuri lorong gelap itu. Bisikan bisikan kecil di samping telinga terus menggoda untuk aku beranjak menemukan ujung dari lorong itu. Namun benak terasa makin kuat untuk menggoda terus tetap duduk diam melihat keindahan malam ini. Dan menunggu hingga waktu yang tepat untuk mencari sebuah jawaban dimana ujung lorong itu.
Keriuhan kicauan burung-burung berganti dengan riuh suara kumbang. Di balik semak kumbang memancarkan sinat yang kerlap kerlip.
Udara dingin yang makin menusuk lapisan epidermis dibawah kulit. Binatang nocturnal siap beraktifitas.
Cahaya lampu dipojok2 taman mulai memancar sinar menerangi gelapnya langit malam ini.
Lorong di depan mata terlihat menggoda untuk ditelusuri. Ntah kenapa hanya ada sebuah lampu di mulut lorong itu. Ntah seberapa jauh lorong itu, ntah apa yg akan kau temui ketika menyusri lorong itu. Lorong itu mungkin tak berujung, atau mungkin lorong itu adalah sebuah jalan yang selama ini kau cari.
Namun berani kah kau menyusuri lorong itu. Di dalam gelap, dalam terkaan apa saja yang akan kau temui di sepanjang lorong itu. Apakah hanya rasa penasaran saja yg membuat kau akan menyusuri lorong gelap itu? Kita tak akan pernah tau apa yang ada diujung lorong itu sebelum benar2 melakukan perjalanan itu.
Bintang dilangit mulai bermunculan menghiasi malam ini. Menambah keindahan langit malam untuk dinikmati. Kenikmatan melihat langit membuatku makin ragu untuk menyusuri lorong gelap itu. Bisikan bisikan kecil di samping telinga terus menggoda untuk aku beranjak menemukan ujung dari lorong itu. Namun benak terasa makin kuat untuk menggoda terus tetap duduk diam melihat keindahan malam ini. Dan menunggu hingga waktu yang tepat untuk mencari sebuah jawaban dimana ujung lorong itu.
Sabtu, 15 Desember 2012
Lamunan Tak Berujung
Sore itu di tengah kehingan yang menyelimuti dirinya dia duduk terdiam di di teras sebuah kafe. secangkir kopi hitam panas dan kepulan asap yang memburapkan layar laptopnya. ia tak tahu apa yang ada dipikirannya. ntah karena kehilangan fokus atau ntah apa yang harus dipikirkan terlebih dahulu.
Sendiri dia melayang dalam lamunan, lamunan yang begitu luas seluas padang pasir di kota arab. tak tahu arah kemana pikirannya melayang... ia birkan lamunannya terbang bebas mengarungi akal dan pikirannya..
Ditengah lamunannya ia tersadar, ia tak bisa terus berjalan tanpa arah, perjalanan yang tak menentu akan membuatnya lemas, mati kehausan, ia harus segera menetukan kemana arah ia berjalan, menemukan sebuah hal yang dinamakan kehidupan. Kehidupan yang bahagia, kehidupan yang nyata.
Ditengah gurun itu dia terus berjalan, mencari sebuah ujung perjalanan dan menenmukan sebuah kehidupan, langkah demi langkah dilakukan. hanya berdasarkan hati nurani dan bisikan hati kecil ia melangkah... sedetik, sejam, sehari, ia terus berjalan tanpa henti.... lelah mulai menyelimuti... haus tiada tara... namun ia harus terus berjalan hingga menemukan sebuah kehidupan yang ia cari....
Suatu ketika ia melihat sebuah bayangan, ia berjalan makin cepat, ia berharap itu sebuah kehidupan yang ia cari, namun semakin mendekat, semakin hilang bayangan itu... ia lelah, ia lemas, dan rasa putus asa hampir menghampiri... dalam bayangan putus asa ia tak sadarkan diri. dia bermimpi. bertemu dengan unta yang menyelamatkan ia dari panasnya gurun pasir itu.. unta itu menggiring ia ke sebuah kota, dimana terdapat kehidupa, namun kehidupan yang tak bisa ia bayangkan... pembantaan manusia, penyiksaan, penindasan, hal2 yang mengeikan terhadap mereka yang tak punya kuasa. apakah itu yang ia tuju nantinya....
Seketika itu dia tersadar salam lamunannya... tak terasa langitpun makin gelap, rintikan hujan mulai turun membasahi bumi... ia kembali melihat layar laptop yang ada didepan matanya, ia kembali mengingat apa saja hal yang harus ia selesaikan, kembali kedalam dunia nyatanya... dan erus dibayangin mimpi dalam lamunannya... apakah itu yang ia cari, apakah itu yang selama ini terjadi, namun ia tak sadar akan hal itu...
Sendiri dia melayang dalam lamunan, lamunan yang begitu luas seluas padang pasir di kota arab. tak tahu arah kemana pikirannya melayang... ia birkan lamunannya terbang bebas mengarungi akal dan pikirannya..
Ditengah lamunannya ia tersadar, ia tak bisa terus berjalan tanpa arah, perjalanan yang tak menentu akan membuatnya lemas, mati kehausan, ia harus segera menetukan kemana arah ia berjalan, menemukan sebuah hal yang dinamakan kehidupan. Kehidupan yang bahagia, kehidupan yang nyata.
Ditengah gurun itu dia terus berjalan, mencari sebuah ujung perjalanan dan menenmukan sebuah kehidupan, langkah demi langkah dilakukan. hanya berdasarkan hati nurani dan bisikan hati kecil ia melangkah... sedetik, sejam, sehari, ia terus berjalan tanpa henti.... lelah mulai menyelimuti... haus tiada tara... namun ia harus terus berjalan hingga menemukan sebuah kehidupan yang ia cari....
Suatu ketika ia melihat sebuah bayangan, ia berjalan makin cepat, ia berharap itu sebuah kehidupan yang ia cari, namun semakin mendekat, semakin hilang bayangan itu... ia lelah, ia lemas, dan rasa putus asa hampir menghampiri... dalam bayangan putus asa ia tak sadarkan diri. dia bermimpi. bertemu dengan unta yang menyelamatkan ia dari panasnya gurun pasir itu.. unta itu menggiring ia ke sebuah kota, dimana terdapat kehidupa, namun kehidupan yang tak bisa ia bayangkan... pembantaan manusia, penyiksaan, penindasan, hal2 yang mengeikan terhadap mereka yang tak punya kuasa. apakah itu yang ia tuju nantinya....
Seketika itu dia tersadar salam lamunannya... tak terasa langitpun makin gelap, rintikan hujan mulai turun membasahi bumi... ia kembali melihat layar laptop yang ada didepan matanya, ia kembali mengingat apa saja hal yang harus ia selesaikan, kembali kedalam dunia nyatanya... dan erus dibayangin mimpi dalam lamunannya... apakah itu yang ia cari, apakah itu yang selama ini terjadi, namun ia tak sadar akan hal itu...
Langganan:
Postingan (Atom)
