Gemericik suara hujan terdengar di telinga.
Tanah yang kering berubah menjadi genagan air tanpa warna.
Riuh langit mengiringi pagiku.
Sesekali cahaya putih bersinar cepat diantara gelap langitku.
Udara lembut menusuk dalam kolbu.
Bebu di pepohanan pun runtuh.
Mereka yang baru menyambut pagi pun enggan beranjak dari singgasananya.
Gelapnya langit membuat mentariku tersipu malu.
Ooh langit ku nan rupawan.
Aku tau kau selalu menetukan nasibmu sendiri.
Aku yang harus mengikuti takdir untuk menjalani kehidupan.
Kehidupan yang selalu di ingiri tanda tanya di dalam benakku.
Ooh langitku nan anggun.
Dirinya kini sedang tersipu malu di balik selimut.
Dirinya yang sedang menikmati hidupnya tanpa kehadiranku.
Kehadiranku yang akan mewarnai hidupnya di dunia fana ini.
Tanah yang kering berubah menjadi genagan air tanpa warna.
Riuh langit mengiringi pagiku.
Sesekali cahaya putih bersinar cepat diantara gelap langitku.
Udara lembut menusuk dalam kolbu.
Bebu di pepohanan pun runtuh.
Mereka yang baru menyambut pagi pun enggan beranjak dari singgasananya.
Gelapnya langit membuat mentariku tersipu malu.
Ooh langit ku nan rupawan.
Aku tau kau selalu menetukan nasibmu sendiri.
Aku yang harus mengikuti takdir untuk menjalani kehidupan.
Kehidupan yang selalu di ingiri tanda tanya di dalam benakku.
Ooh langitku nan anggun.
Dirinya kini sedang tersipu malu di balik selimut.
Dirinya yang sedang menikmati hidupnya tanpa kehadiranku.
Kehadiranku yang akan mewarnai hidupnya di dunia fana ini.

0 komentar:
Posting Komentar