Jumat, 21 Desember 2012

Menunggu Waktu

Langit biru itu mulai menghitam. Cahaya bulan yang akan berganti dengan rembulan.
Keriuhan kicauan burung-burung berganti dengan riuh suara kumbang. Di balik semak kumbang memancarkan sinat yang kerlap kerlip.

Udara dingin yang makin menusuk lapisan epidermis dibawah kulit. Binatang nocturnal siap beraktifitas.

Cahaya lampu dipojok2 taman mulai memancar sinar menerangi gelapnya langit malam ini.

Lorong di depan mata terlihat menggoda untuk ditelusuri. Ntah kenapa hanya ada sebuah lampu di mulut lorong itu. Ntah seberapa jauh lorong itu, ntah apa yg akan kau temui ketika menyusri lorong itu. Lorong itu mungkin tak berujung, atau mungkin lorong itu adalah sebuah jalan yang selama ini kau cari.

Namun berani kah kau menyusuri lorong itu. Di dalam gelap, dalam terkaan apa saja yang akan kau temui di sepanjang lorong itu. Apakah hanya rasa penasaran saja yg membuat kau akan menyusuri lorong gelap itu? Kita tak akan pernah tau apa yang ada diujung lorong itu sebelum benar2 melakukan perjalanan itu.

Bintang dilangit mulai bermunculan menghiasi malam ini. Menambah keindahan langit malam untuk dinikmati. Kenikmatan melihat langit membuatku makin ragu untuk menyusuri lorong gelap itu. Bisikan bisikan kecil di samping telinga terus menggoda untuk aku beranjak menemukan ujung dari lorong itu. Namun benak terasa makin kuat untuk menggoda terus tetap duduk diam melihat keindahan malam ini. Dan menunggu hingga waktu yang tepat untuk mencari sebuah jawaban dimana ujung lorong itu.

0 komentar:

Posting Komentar