Sabtu, 15 Desember 2012

Lamunan Tak Berujung

Sore itu di tengah kehingan yang menyelimuti dirinya dia duduk terdiam di di teras sebuah kafe. secangkir kopi hitam panas dan kepulan asap yang memburapkan layar laptopnya. ia tak tahu apa yang ada dipikirannya. ntah karena kehilangan fokus atau ntah apa yang harus dipikirkan terlebih dahulu.

Sendiri dia melayang dalam lamunan, lamunan yang begitu luas seluas padang pasir di kota arab. tak tahu arah kemana pikirannya melayang... ia birkan lamunannya terbang bebas mengarungi akal dan pikirannya..

Ditengah lamunannya ia tersadar, ia tak bisa terus berjalan tanpa arah, perjalanan yang tak menentu akan membuatnya lemas, mati kehausan, ia harus segera menetukan kemana arah ia berjalan, menemukan sebuah hal yang dinamakan kehidupan. Kehidupan yang bahagia, kehidupan yang nyata.

Ditengah gurun itu dia terus berjalan, mencari sebuah ujung perjalanan dan menenmukan sebuah kehidupan, langkah demi langkah dilakukan. hanya berdasarkan hati nurani dan bisikan hati kecil ia melangkah... sedetik, sejam, sehari, ia terus berjalan tanpa henti.... lelah mulai menyelimuti... haus tiada tara... namun ia harus terus berjalan hingga menemukan sebuah kehidupan yang ia cari....

Suatu ketika ia melihat sebuah bayangan, ia berjalan makin cepat, ia berharap itu sebuah kehidupan yang ia cari, namun semakin mendekat, semakin hilang bayangan itu... ia lelah, ia lemas, dan rasa putus asa hampir menghampiri... dalam bayangan putus asa ia tak sadarkan diri. dia bermimpi. bertemu dengan unta yang menyelamatkan ia dari panasnya gurun pasir itu.. unta itu menggiring ia ke sebuah kota, dimana terdapat kehidupa, namun kehidupan yang tak bisa ia bayangkan... pembantaan manusia, penyiksaan, penindasan, hal2 yang mengeikan terhadap mereka yang tak punya kuasa. apakah itu yang ia tuju nantinya....

Seketika itu dia tersadar salam lamunannya... tak terasa langitpun makin gelap, rintikan hujan mulai turun membasahi bumi... ia kembali melihat layar laptop yang ada didepan matanya, ia kembali mengingat apa saja hal yang harus ia selesaikan, kembali kedalam dunia nyatanya... dan erus dibayangin mimpi dalam lamunannya... apakah itu yang ia cari, apakah itu yang selama ini terjadi, namun ia tak sadar akan hal itu...

0 komentar:

Posting Komentar