Kamis, 19 April 2012

unaffordable Part 1



Berawal dari sebuah Komentar


Pagi itu Dion seorang mahasiswa yang sambil bekerja paruh waktu datang kesebuah acara musik untuk meliput si salah satu SMA ternama di jakarta. Dion yang bekerja sebagai wartawan datang untuk meliput kegiatan musik tersebut melihata sosok seorang siswi yang membuat fokusnya berubah, fokus yang sedang melihat penampila band band lokal SMA tersebut. matanya tertuju pada siswi berambut panjang berkulit kuning langsat  dan berparas tinggi. 

Dion dengan sedikit ragu untuk menghampirinya karena ingin memuaskan hasrat ingin berkenalan dengannya. dan keberanian itu pun muncul juga. Dion berfikir apa alasan untuk mengenalkan dirinya, dan melihat name tag yang ada di dadanya Dion membuat alasan untuk mewawancarainya. "Hi gw Dion dari majalah Halo boleh minta komentar tentang acara ini".. dengan kaget sisiwi tersebut melihat Dion yang tiba-tiba datang menghampirinya, " Hi aku cindy..oh kakak wartawan ya?". "Mau wawancara sedikit boleh?" sambil tersenyum dan mengeluarka decoder miliknya dari dalam tas. "Oh boleh dong" sambil tersenyum kecil Cindy menjawab".

Gayung pun bersambut, dalam hati Dion tersenyum, hal yang harusnya tidak ada di dalam Jobdesc kerjanya hari itu Dion berimprovisasi dalam pekerjaannya, memanfaatkan wartawan sebagai alasan untuk berkenalan dengan Cindy, banyak pertanyaan standar yang dilontarkan oleh Dion kepada Cindy. Dan di akhir wawancara Dion meminta Cindy untuk berpose dan meminta contact person Cindy. dan berhasillah dion berkenalan dengan Cindy. 

Ke esokan harinya Dion yang terlah bertukah no dan pin blackberry Cindy memulai percakapan standar. dengan memberikan hasil editan wawancara kemarin untuk disetujui oleh Cindy disisipi oleh percakapan diluar wawancara. mulai dari kesukaan Cindy, hobi, kegiatan diluar sekolah dll. Dan pada saat majalah yang berisi tentang liputan Dion itu terbit, Dion mengajak Cindy untuk bertemu untuk memberikan Majalah tersebut sebagai hadiah untuk Cindy.

Minggu sore Dion datang untuk menjemput Cindy dirumahnya. Waktu yang telah disepakati oleh Dion dan Cindy via BBM (blacberry messenger) untuk bertemu dan jalan-jalan. Betapa Kagetnya Dion melihat rumah Cindy yang begitu besar kediaman Cindy, Halaman yang begitu Luas, mobil yang berderet di garasi, dan dion yang datang hanya menggunakan angkutan umum. Dion memang datang dari latar belakang keluarga yang biasa-bisasa saja, yang membuat dirinya harus bekerja paruh waktu untuk membiayayi hisupnya sendiri dan kuliahnya, orang tua Dion yang tinggal di Sukabumi tidak sanggup untuk membiayai kuliahnya. tapi karena Dion ingin mengejar Cita-Cita dan merubah nasib agar lebih baik dan dapat membahagiakan oarang tuanya. 

Sebuah tulisan kecil "Bel" di pojokan dinding pagar, dan dengan sedikit ragu Dion menekan tombol tersebut. tak lama keluarlah seorang pria tambun menyapa Dion. " iya mas cari siapa?" Dion menjawab" Cindy-nya ada pak? " "oh neng Cindy, ada mas, tunggu sebentar ya saya panggilakan dulu" tak lama pria tambun tersebut berlari kecil ke dalam kediaman untuk memanggil Cindy.. dan beberapa saat kemudian Cindy datang dari dalam rumah dan menyapa Dion" Mas Dion Sini masuk".. sambil tersenyum Dion pun melangkah maju kedalam rumah untuk menghampiri Cindy. 

Setelah mengobrol beberapa saat akhirnya mereka pun sepakat untuk pergi. Dan ketika Dion ingin berpamtian dengan orang tua Cindy betapa kagetnya Dion mendengar pertanyaannya mama-nya Cindy. "Perginya naik apa nak Dion?" pertanyaan yang mengganggu Dion, dion pun menjawab "saya naik kendaraan umum tante"..oh" kamu naik kendaraan umum? nak Dion punya Sim? kalo punya bawa kendaraan saja. naik mobil saja ya? biar lebih aman" dengan ragu Dion menjawab " Ada tante tapi....." belum selesai memberikan penjelasan mama Cindy  berkata " yasudah Cinsy ambil kunci mobil di dalam, naik mobil saja, cuaca mendung juga mau hujan, bawa mobil saja" tak lama Cindy masuk untuk mengambil kunci mobil kedalam rumah. dengan rasa sungkan dan terpaksa akhirnya Dion menerima kuci mobilo dan pergi dengan mobil Cindy ke sebuah mal yang tak jauh dari kediaman Cindy.

Didalam mobil Dion merasa tidak nyaman, terlihat dari perilaku yang kaku, dan tegang. Tia-tiaba suara hening pun pecah dengan pertanyaan santai Cindy ke Dion. " kenapa mas dion kok tegang bgt sih?" " iya nih aku ga biasa bawa mobil biasa disupirin soalnya, disupirin sama supir bus atau angkot' mencoba bercanda Dion menjawab pertanyaan Cindy. " Santai aj mas mama suka gt, kl aku pergi sama temen-temen aku juga gt kok" " iya sih Cin, tapi aku ga enak aj, mas Dion yang ajak Cindy jalan tapi kok jadinya mas dion yang nebeng sama Cindy".... dan mereka pun tiba disebuah mal dan memlilih tempat untuk duduk mengobrol.

Didalam sebuah kedai kopi mereka pun duduk berbincang- bincang. Dion mengeluarkan Majalah yang dia liput beberpa waktu lalu, dan menyisipkan foto kecil Cindy dan komentarnya tentang acara yang diliput. Dan setelah membaca artikel dalam majalah halo tersebut Cindy selalu tersenyum kecil melihat namanya dan fotonya dalam majalah nasional tersebut. " wah ini pertama kalinya aku masuk majalah mas, makasi ya mas Dion" dengan tersenyum Dion menjawb kata-kata yang keluar dari mulut Cindy. seharusnya tidak ada bagian komentar di bagian artikel tersebut,Dion berimprovisasi umtuk membuat komentar tersebut, dan sedikit argumentasi dengan redaksi akhirnya Dion dapat memasukan komentar Cindy ke dalam artikel tersebut. ya ini memang sebuah alasan klise untuk Dion mengenal Cindy, Dion memanfaatkan omen tersebut untuk mengenal CIndy lebih jauh...dan mulai sore itu Cindy dan Dion mulai intens berkomunikasi...

0 komentar:

Posting Komentar