Dibalik Senyum Itu...
Setelah pergi bersama Cindy untuk yang
pertama kali, komukasi antara Dion dan Cindy semakain intens, Dion semakin
sering menghubungi Cindy baik untuk berbincang- bincang atau hanya sekedang
menyapa selamat pagi atau mengingatkan untuk makan, pada awalnya Dion hanya
tertarik untuk berkenalan pada Cindy, sebenarnya Dion tidak begitu menggebu-
gebu untuk mendekati Cindy. Cindy mengingatkan Dion kepada seseorang yang
pernah dekat dengan dirinya. Dion memberikan perhatian penuh kepada Cindy.
Cindy siswi Smu kelas 3 yang sebentar lagi mengikuti ujian nasional dan ingin
melanjutkan ke perguruan tinggi yang sama dengan Dion.
Dion sering mengajarkan Cindy tentang
pelajaran, membantu Cindy mengerjakan tugas, dan terkadang menjadi pendengar
setia keluh kesah Cindy akan teman-temannya atau keluh nya tentang kerasnya
Ayah Cindy di rumah, Ayah Cindy seorang direktur Developer ternama di Jakarta.
Kesibukan ayahnya Cindy membuat Cindy tidak sedekat dengan ibunya.
Pada suatu ketika Cindy menghubungi Dion.
"Halo, mas Dion...hari ini sibuk ga? kalo ga sibuk temenin aku mau
mas?" " ga kok Cin, mas selesai kuliah jam 3 sore" " oke
mas dion aku tunggu di cafe biasa ya mas, aku mau curhat". jam 4 sore
mereka bertemu di cafe biasa mereka bertemu dan saling bercerita. sore itu
Cindy tampak muram, sedih di raut mukanya tak dapat di sembunyikan. " kamu
kenapa Cindy? ada maslah? ada yang bisa mas bantu" Dion pun membaca raut
wajah Cindy yang begitu murung.. tidak seperti biasanya yang selalu ceria ,
senyum kecil yang biasa di lihat oleh Dion tak terlihat sama sekali sore itu.
Papa mas, papa ribut sama mama semalem, papa pulang dalam keadaan mabuk.
sebenarnya papa memang suka mabuk mas, terkadang suka judi. Mama tertekan
dengan kedaan papa, mama suka nangis tengah malem liat keadaan papa, bahkan
semalam karena emosi mama memuncak papa menampar mama, aku cuma bisa diam dan
mengais dibali pintu kamar mas, semalam aku ngintip pertengkaran mama papa, dan
aku denger mama minta cerai.. seketika itu aku nangis mas, hari ini aku ga
sekolah. aku ga sanggup mas. aku sedih liahat mama. kenapa papa jahat sama
mama...
Mama orang yang baik banget sama aku mas,
segala keinginan aku pasti mama turutin, tapi tadi pagi satu permintaan aku ga
diturutin sama mama mas. aku minta mama untuk tidak berpisah sama papa, tapi
mama bialgn ga sanggup, dan ngajak aku pergi ke rumah oma. Mama ngajak aku
pindah ke rumah oma. dan seketika itu Cindy menangis sesenggukan, spontan Dion
pindah tempat duduk disamping Cindy mencoba menenangkan. betapa kagetnya Dion
mendengar cerita CIndy, Cindy yang selama ini dikenal Dion sebagai anak yang
ceria, selalu tertawa bahagia, namun dibalik tawa itu ada masalah besar. Dion
mengusan air mata Cindy, dan mengelus kepala Cindy agar berhenti menangis.
" Cin,udah jangan nagis lagi ya.. ga enak di liat orang, nanti disangka
mas Dion yang buat kamu nangis" Cindy kamu yang sabar ya, mas ga bisa
berbuat apa-apa. Mas Dion cuma bisa dengerin cerita kamu. Kapan pun kamu mau
cerita hubungin mas aj ya Cin..
Semenjak itu hampir setiap hari Cindy
menelepon Dion, Cindy selalu menangnis setiap bercerita tentang masalah orang
tuanya, dan Dion hanya bisa menjadi Pendengar yang baik untuk Cindy dan
terkadang mengajak cindy bercanda agar dia tidak sedih, membuat senyum kecil
itu ada kembali. Dion selalu membuat Cindy kembali dapat tersenyum sehabis
bercerita masalahnya, dan Dion meminta Cindy untuk berdoa dan fokus terhadap
Ujian yang akan datang sebenrtar lagi.
Setiap sabtu sore menjadi waktu rutin
untuk mereka bertemu di cafe biasa, sebuah cafe kecil dipojokan sebuah mal
dekat rumah cindy dan yg tidak jauh dari kampus Dion. Dion memberika perhatian
khusus terhadap Cindy. Dion merasa Cindy butuh diberikan tempat pelarian agar
dia tidak salah jalan mengambil tindakan karena masalah keluarganya tersebut.
Dion takut Cindy menjadi siiwi yang salah gaul karena lari dari masalah.
makanya Dion selalu memberikan waktu khusus untuk Cindy. " Mas Dion,
makasi yah udah mau jadi tempat curhatan Cindy." Cindy ga tau mas harus
cerita sama siapa lagi, Cindy anak tunggal, dan ga mungkin Cindy cerita ke
temen-temen Cindy disekolah. hubungan mama papa makin jauh mas, mama skr tidur
dikamar aku, papa makin sering pulang dengan keadaan mabuk, aku kadang ga kuat
liat mama yang selalu nangis, dan suka di tampar sama papa kl lagi berantem.
aku ga bisa berbuat apa-apa mas. dan cuman mas Dion yang bisa buat aku tenang,
dan buat aku tertawa dan tersenyum. mas Dion yang bisa ngutin aku selama
ini.... makasi banyak ya mas.... dan sebuah kecupan melayang ke pipi Dion dari
bibir Cindy.. seketika itu Dion kaget dan kaku mati gaya...." eh eee...
iya Cin sama-sama.yuk kita pulang udah malem...."

0 komentar:
Posting Komentar